Catat 7 Event Wisata yang Bikin Yogyakarta Tidak Terlupakan

wisata-yogyakarta.jpg
 
Yogyakarta merupakan kota tujuan wisata yang cukup populer di Indonesia. Selain alamnya yang indah, Yogyakarta juga kaya akan tradisi seni dan budaya. Tidak salah bila kota ini ditetapkan sebagai Kota Pariwisata kedua di Indonesia. 

Saat berkunjung ke Yogyakarta, Anda bisa menikmati berbagai sajian seni dan tradisi. Kesultanan Keraton Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini turut mempengaruhi kehidupan masyarakat di sana. Bila berkunjung ke Yogyakarta, kita bisa menyaksikan langsung berbagai nilai tradisi seni dan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. 

Agar kunjungan di Yogyakarta lebih bermakna dan penuh kesan tak ada salahnya Anda merencanakan liburan dengan melihat kalender wisata yang sudah sering dijalankan di sana.Anda juga bisa mulai mencari hotel dekat Malioboro yang pas buat menginap selama berada di Yogyakarta. 

Meski event wisata Yogyakarta saat ini terkendala akibat pandemi corona, namun kalender wisata ini bisa jadi panduan saat semua objek wisata di Yogyakarta sudah buka setelah Corona mereda. 

Berikut 7 event wisata yang selalu masuk dalam kalender wisata tahunan Yogyakarta. 

1. Sekaten 
Festival Sekaten biasa juga disebut dengan Grebeg Maulud. Diperingati sebagai peringatan dan perayaan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Sekaten diadakan setiap bulan Rabiul Awal pada penanggalan Hijriah. 

Pelaksanaan Sekaten merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak masa Walisongo. Penyebutan Sekaten konon berkaitan dengan gamelan yang diberi nama Kyai Sekati. Gamelan ini merupakan gamelan yang digunakan Wali Songo pada masa pemerintahan Demak, untuk menarik perhatian masyarakat agar mau memeluk dan menjalankan ajaran islam. 

Festival ini merupakan bentuk syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan pada warga Yogyakarta. Selain di Yogyakarta, tradisi Sekaten juga ditemukan di Keraton Surakarta. 

Pada saat Sekaten, para abdi dalem keraton akan berjalan berarakan membawa gunungan bahan pangan dan sandang  yang kemudian diperebutkan oleh warga. 

2. Cembengan
Upacara Cembengan merupakan ritual tahunan yang dilaksanakan masyarakat Yogyakarta yang merupakan ritual musim giling Pabrik Gula Madukismo. Upacara ini dilaksanakan untuk menyambut datangnya musim giling, serta permohonan agar proses penggilingan tebu menjadi gula bisa selamat tanpa aral melintang. 

Semula upacara ini merupakan bagian dari  ritual yang dilakukan oleh para pekerja di dalam pabrik gula untuk meminta keselamatan dan hasil produksi yang baik. Namun, belakangan upacara ini berubah menjadi pesta rakyat bagi masyarakat sekitar pabrik.

Upacara cembengan biasanya dilaksanakan pada bulan April di  komplek pabrik gula yang terletak sekitar 4 km ke arah barat daya kota Yogyakarta. Acara meliputi kirab tebu temanten, penanaman kepala kerbau dan sapi, sesajen, pentas kesenian serta pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Pada saat upacara berlangsung biasanya juga terdapat pasar rakyat tempat wisatawan bisa mencoba aneka kuliner dan menikmati  hiburan rakyat. 

3. Festival Kesenian Yogyakarta 
Festival Kesenian Yogyakarta atau lazim disebut FKY  biasanya digelar setiap bulan Juli. Namun, pada 2020 lalu festival ini diundur menjadi September karena dampak dari pandemi Corona.

Pada situasi normal, FKY digelar selama dua minggu non stop dan berpusat di kawasan Pasar Ngasem yang berada dekat Taman Sari, Keraton Yogyakarta. Selain itu, FKY juga digelar di beberapa titik seperti di Panggung Krapyak, Balai Seni, dan Taman Kuliner Condong Catur. 

Selama FKY digelar, segala jenis pertunjukan baik modern dan tradisional digelar di Yogyakarta. Pesertanya melibatkan mahasiswa dan pelajar di di Yogyakarta mulai dari TK hingga perguruan tinggi, dan juga melibatkan pekerja seni. Pelaksanaan FKY menjadi daya tarik wisata tersendiri karena wisatawan bisa menikmati beragam seni dan budaya yang hidup di Yogyakarta dan juga Nusantara. 

4. Festival Gamelan Yogyakarta 
Yogyakarta Gamelan Festival atau biasa disebut YGF merupakan festival berskala Internasional yang menjadi ajang pertemuan pemain dan pecinta musik gamelan. Tidak hanya pemusik dan Yogyakarta, festival ini biasanya juga diikuti pemain musik gamelan dari mancanegara. 

YGF telah dilaksanakan sejak 1995 yang lahir untuk mempopulerkan kembali Gamelan sebagai alat musik tradisional warisan budaya Indonesia. Sejak pelaksanaannya, YGF berhasil mengangkat kembali citra gamelan sebagai alat musik yang tidak kalah kontemporer dibanding musik lain. Yogya Gamelan Festival biasanya dilaksanakan pertengahan tahun antara bulan Juli-September. 

5. Festival Pasar Kangen
Festival pasar kangen merupakan agenda tahunan yang sudah digelar sejak 2007. DI pasar ini, pengunjung bisa menikmati aneka sajian khas dari Yogyakarta tempo dulu. Festival biasanya dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus. 

Bila berkesempatan datang ke Festival Pasar Kangen Yogyakarta, Anda bisa mencicipi aneka jajanan tradisional yang kini sudah sulit ditemukan di pasaran seperti apem, clorot, lempeng juruh, Tak hanya kuliner jadul, di Pasar Kangen pengunjung juga bisa menemukan aneka kaset, piringan hitam, barang antik dan permainan anak zaman dulu seperti yoyo dan gangsing. 

6. Pekan Budaya Tionghoa 
Pekan Budaya Yogyakarta dilaksanakan menjelang perayaan tahun baru Tionghoa atau Imlek. Meski begitu, saat Pekan Budaya Tionghoa digelar, pengunjung tak hanya disuguhkan pertunjukan dan kuliner khas Tionghoa tetapi juga dari berbagai negara seperti Timur Tengah, Eropa, Jepang, India  dan negara di kawasan Asia lainnya. Hal ini merupakan perwujudan integrasi dan multikulturalisme budaya yang selalu dijaga. 

7. Ngayogjazz
Ngayogjazz merupakan event tahunan yang ditunggu para pecinta musik jazz di Yogyakarta. Kegiatan ini digelar setiap November dan telah berlangsung sejak 2007. Event Ngayogjazz adalah festival jazz tahunan terbesar di Yogyakarta. 

Selain musiknya yang bagus, ngayogjazz menawarkan pengalaman berbeda karena pemilihan venue acaranya yang anti-mainstream. Biasanya, penyelenggaraan Ngayogjazz berlangsung di tengah pemukiman penduduk di kawasan pedesaan Yogyakarta, seperti Kotagede, dan Pandowoharjo. Hal ini membuat penduduk setempat maupun wisatawan bisa berbaur sambil menikmati penampilan dan musisi jazz tanah air hingga mancanegara. 


Merencanakan liburan di Yogyakarta pada saat event wisata digelar tentu akan memberi pengalaman berbeda buat Anda. Agar perjalanan menjadi lebih seru dan asyik, jangan lupa pilihlah hotel dekat Malioboro dengan beberapa fasilitas dan harga terjangkau. POP! Hotels Yogyakarta merupakan hotel murah yang bisa jadi pilihan  tepat untuk Anda karena lokasinya berada tepat di jantung kota. 

Untuk merasakan kenyamanan saat berlibur di Yogyakarta, Anda bisa menginap di POP! Hotel Malioboro atau POP! Hotel Sangaji. Keduanya merupakan hotel dekat Malioboro yang menawarkan kemudahan akses untuk menuju berbagai spot wisata menarik. Hanya perlu berjalan kaki untuk menuju pusat kuliner dan kawasan wisata Keraton Yogyakarta. 

Anda juga bisa memesan kamar di POP! Timoho yang berlokasi di sekitar area Balaikota Yogyakarta. Dari sini, Anda bisa menikmati suasana kota dan berkeliling menggunakan modal transportasi seperti becak, angkot, ojek dan taksi. 

Dengan  kamar bernuansa modern, POP! Hotel Yogyakarta merupakan pilihan tepat selama berlibur di Yogyakarta. Lokasinya yang strategis membuat Anda tak perlu buru-buru dan takut terlambat untuk menuju stasiun Tugu maupun stasiun Lempuyangan. Begitu pula untuk menuju Bandara Internasional Adi Sucipto, dapat diakses dengan mudah dan cepat dari hotel. 

Kini, Anda tak perlu mengkhawatirkan urusan akomodasi saat liburan ke Yogyakarta. POP! Hotels Yogyakarta selalu hadir dengan penawaran harga yang istimewa. Anda bisa mengunjungi situsnya dan melakukan booking kamar kapan saja.