Rekomendasi wisata kuliner di Jogja

wisata-kuliner-jogja.jpg

Jogja itu istimewa. Tidak hanya tempat wisatanya, tetapi juga makanannya. Kalau wisatawan sudah sangat familiar dengan gudeg, tidak demikian dengan makanan lain yang bernama mie nyemek. Meski sama-sama di Jogja, nyatanya kedua menu makanan tersebut tidak sama terdengar bagi wisatawan. Bagi yang datang ke Jogja untuk berwisata kuliner, berikut ini rekomendasi wisata kuliner di Jogja:

Mencicipi menu masakan khas Jogja
Menu makanan khas Jogja hampir mirip dengan sebagian wilayah di Jawa Tengah. Apabila ada perbedaan, biasanya hanya pada penamaan dan cita rasanya saja. Misalnya gudeg. Di Jogja, Gudeg identik dengan rasa manis yang khas. Di beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Solo dan Semarang, gudeg diracik dengan cita rasa gurih. Ada rasa manis, tetapi tidak sekuat gudeg Jogja. 

Selain gudeg, apa saja makanan khas Jogja yang mudah ditemui dan cocok di lidah semua orang? Berikut rekomendasi masakan khas Jogja:
  • Sup Merah. Bagi mahasiswa Jogja, makanan ini sudah sering terdengar. Warna merah disebabkan oleh campuran pasta cabai. Bila penasaran dengan sup berwarna merah ini, pesan sup dengan level kepedasan 1 hingga 10. 
  • Soto Lenthok. Mirip soto pada umumnya. Perbedaan terletak pada lauknya. Dimana lauk dari soto lenthok merupakan olahan berbahan singkong yang bernama lenthok.
  • Mie lethek. Lethek artinya kotor. Namun, bukan berarti makanan ini kotor ya. Mie lethek terbuat dari bihun berwarna coklat akibat dari tepung ketela yang dicampur saat proses memasaknya.
  • Tengkleng Gajah. Bukan gajah yang di-tengkleng. Nama gajah dipakai untuk menggambarkan menu masakan yang berisi tulang kambing berukuran besar. Menu favorit di sini yaitu tengkleng tongseng ataupun tengkleng goreng.
  • Bakmi Pentil. Bakmi dibuat dari pati ketela. Bentuk mie memanjang dan berukuran lebih besar dari mie biasa. Mie Pentil disajikan dengan dua varian warna, kuning dan putih.
  • Sate Klatak. Sensasi sate yang ditusuk dan dibakar menggunakan jeruji. Daging kambing yang dipakai merupakan kambing muda sehingga rasa daging lebih lezat saat disantap.

Dari daftar menu masakan khas Jogja di atas, menu apa yang sudah pernah dicoba? Beberapa menu masakan tersebut hanya bisa ditemukan di wilayah Bantul. Untuk menu sate Klathak dan Tengkleng Gajah lokasinya berada di kawasan Jogja Kota. 

Jajanan pasar di sekitar Malioboro
Saat wisatawan jalan-jalan di Malioboro, pasti sering melihat jajanan pasar. Biasanya, jajanan tersebut terletak di sekitaran Pasar Beringharjo. Meski banyak sekali jenis jajanan yang dijajakan, kebanyakan wisatawan hanya membeli bakpia saja. Hal itu bisa dimaklumi, dari sekian banyak jenis jajanan, hanya bakpia yang familiar di telinga wisatawan.

Supaya lebih familiar dan tidak segan mencicip, berikut ini beberapa jenis jajanan yang sering dijajakan di sekitar malioboro:
  • Yangko. Terbuat dari tepung ketan. Bentuknya kotak dengan balutan tepung ketan. Tekstur kenyal dan rasanya manis. Di dalamnya, berisi campuran cincangan kacang.
  • Cenil. Dibuat dari pati ketela pohon. Bentuknya bulat kecil atau kotak dengan warna yang beragam. Di bagian atas ditabur parutan kelapa dan gula pasir.
  • Geplak. Warnanya ada merah mudah, coklat, hijau, putih, hingga kuning. Bahan pembuatnya kelapa parut yang dicampur dengan tepung dan gula. 
  • Gatot. Dibuat dari singkong yang dikupas, lalu dijemur hingga kering. Bila sudah kering, ditumbuk hingga agak halus. Selanjutnya, dikukus dan di sajikan dengan ditaburi parutan kelapa.
  • Kue Adrem. Terbuat dari tepung beras dan gula jawa merah yang digoreng. Rasanya manis sedikit gurih dan legit.
  • Kipo. Rasanya manis dan memiliki tekstur legit. Dibuat dari tepung beras ketan berwarna hijau dari daun pandan.

Dimana bisa menemui jajanan-jajanan di atas?

Semua jajanan di atas dapat wisatawan temui di sekitaran Malioboro. Apabila tidak ditemui di depan pasar, maka masuklah ke dalam Pasar Beringharjo. Terus masuk ke dalam hingga menemui kawasan jajanan pasar. Bila sudah berada di kios-kios yang menjajakan jajanan, silahkan tanyakan menu jajanan yang diinginkan kepada penjual. 

Belanja oleh-oleh khas Jogja
Lidah sudah puas, kini saatnya membeli oleh-oleh khas Jogja sebagai cinderamata. Sebelum berbelanja banyak barang, oleh-oleh khas Jogja yang patut dibawa pulang yaitu geplak, yangko, cokelat monggo, gudeg kaleng, tahu susu bakso, jadah tempe, belalang goreng, geblek, dan blangkon (ini bukan makanan lho ya).

Supaya belanja oleh-oleh lebih mudah, ada baiknya wisatawan memilih hotel di Malioboro. Sehingga, tidak kesulitan membawa barang belanjaan dari pusat oleh-oleh ke hotel. Bukan lagi rahasia bahwa pusat oleh-oleh khas Jogja banyak ditemui di sekitaran Malioboro. 

Salah satu rekomendasi hotel dekat Malioboro yaitu POP! Hotels. Selain dekat dengan kawasan Malioboro, POP! Hotel Malioboro juga berjarak 240 meter dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Fasilitas setiap kamar pun cukup lengkap, terdapat wifi, deposit box, lcd tv dengan channel internasional. Layanan check-in dan check-out 24 jam.

Kesimpulan: Rekomendasi wisata kuliner di Jogja
Liburan ke Jogja tidak hanya soal wisata keraton atau wisata kekinian. Wisatawan juga bisa menikmati berbagai macam menu masakan dan jajanan khas Jogja. Agar bisa mengeksplor cita-rasa Jogja, wisatawan perlu mengenalnya terlebih dulu soal apa saja menu masakan khas Jogja, jajanan pasar di sekitar Malioboro, dan oleh-oleh khas Jogja. 

Makin sempurna, apabila menginap di POP! Hotel Malioboro. Dari namanya wisatawan pun sudah tahu bahwa hotel ini berada di kawasan Malioboro. Hotel murah dan fasilitas kamar yang disediakan yaitu wifi, deposit box, lcd tv dengan channel internasional. Yang membuatnya wajib dipilih, lokasi POP! Hotels ini hanya 250 meter dari Stasiun Tugu dan 550 meter dari Malioboro. Dekat banget kan? Yuk, pesan kamar sekarang!