Ini Dia, Oleh-oleh Khas Yogyakarta Yang Wajib Banget Dibeli!

Berlibur ke Yogyakarta, selalu menyimpan banyak kenangan dan cerita. Kota pelajar ini punya banyak objek wisata andalan yang membuat para wisatawan terpikat dan ingin datang lagi ke sana. Kekhasan Keraton Yogyakarta menjadi salah satu daya tarik wisata yang membuat wisatawan betah berada di sana. 

Selain wisata budaya, Yogyakarta juga kaya akan objek wisata alam. Keberadaan Candi Borobudur dan komplek candi Prambanan, Mendut dan berbagai candi lain menjadi ikon wisata yang menari. Selain itu Yogyakarta juga punya wisata pantai yang memanjakan mata. 

Salah satu kawasan yang terkenal di Yogyakarta adalah Jalan Malioboro. Tak hanya karena berada di jantung kota, Malioboro juga terkenal karena keberadaannya yang sering dikaitkan dengan tiga tempat sakral di Yogya yakni Gunung Merapi, Kraton dan Pantai Selatan. Di kawasan ini sering dilakukan berbagai pertunjukan dan festival. Terdapat banyak hotel dekat Malioboro yang jadi pilihan menginap para wisatawan. 

Menghabiskan waktu untuk liburan di Yogyakarta, tak akan lengkap sebelum membeli aneka oleh-oleh yang menjadi khas kota pelajar. Sebagai kota tujuan wisata populer di Indonesia, Yogyakarta punya banyak oleh-oleh yang bisa dijadikan buah tangan seperti aneka olahan makanan, dan kerajinan tangan. Wisatawan bisa dengan mudah membeli oleh-oleh yang banyak dijual di sepanjang jalan Malioboro.

Apa saja oleh-oleh yang biasa menjadi incaran wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta? Berikut ulasannya.

1. Gudeg
Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Warna coklat pada gudeg berasal dari daun jati atau kelor yang dimasak secara bersamaan selama berjam-jam. Cita rasa yang gurih dan manis berasal dari aren yang dicampur dengan bumbu rempah dan santan kental yang biasa disebut areh. 

Dalam penyajian terdapat tiga bentuk gudeg yaitu gudeg kering, gudeg basah dan gudeg Solo dengan areh berwarna putih. Gudeg enak dimakan dengan nasi bersama telur, tahu, tempe, dan sambal krecek. 

Dahulu gudeg hanya bisa dimakan di tempat. Namun sekarang, dengan pengemasan yang lebih modern, gudeg juga bisa dijadikan oleh-oleh dengan ketahanan hingga 1 minggu. Bahkan sekarang juga ada gudeg yang sudah dikalengkan dengan daya tahan hingga 1 tahun. 

2. Bakpia 
Bakpia merupakan oleh-oleh khas Yogyakarta dengan citarasa manis dan enak. Bakpia biasanya terbuat dari campuran kacang hijau dan gula yang dibungkus menggunakan tepung dan dipanggang. Namun, sekarang rasa Bakpia semakin bervariasi dengan adanya berbagai inovasi seperti ubi ungu dan kacang merah. 

Selain berdasarkan variasi isian, kini bakpia juga dapat dibedakan berdasarkan cara penyajian. Terdapat empat jenis bakpia yang dijual di berbagai toko yaitu bakpia basah, bakpia kering, bakpia kukus dan bakpia krispi. Bakpia basah biasanya hanya dilapisi satu kali dan bisa bertahan maksimal hingga 1 minggu. Pada bakpia kering dilakukan pelapisan hingga 3 kali dan bisa bertahan hingga 14 hari. 

Ada lagi cara penyajian yang lebih baru yaitu bakpia kukus dengan tekstur yang lebih lembut. Karena teksturnya lebih basah dengan isian yang banyak mengandung air, bakpia kukus biasanya hanya bisa bertahan dalam 4 hari. Sedangkan bentuk yang lebih tahan adalah bakpia krispi dengan daya tahan bisa berbulan-bulan. 


3. Salak Pondoh
Tak hanya makanan buatan, di Yogyakarta juga ada oleh-oleh buah-buahan yang terkenal yaitu salak pondoh. Salak pondoh merupakan buah unggulan dari Kabupaten Sleman, yang memiliki daging buah tebal dan manis. Kabupaten Sleman terkenal sebagai penghasil salak pondoh kwalitas super. 

Saat berkunjung ke Sleman, wisatawan tak hanya bisa membawa oleh-oleh Salak Pondoh tetapi juga bisa memetiknya langsung dari kebun. Salah satu penghasil Salak Pondoh yang terkenal adalah agrowisata Turi yang dibuka untuk umum. 

Salak pondoh memiliki beberapa varian yaitu salak pondoh super, pondoh hitam, pondoh gading, dan pondoh nglumut yang berukuran besar. Biasanya pada musim panen seperti Juni-Juli dan Desember-Januari harga salak akan lebih turun sehingga Anda bisa memborong oleh-oleh salak pondoh dalam jumlah banyak. 

4. Cokelat Monggo 
Cokelat Monggo atau Chocolate Monggo merupakan oleh-oleh asli Yogyakarta yang sudah terkenal sejak lama. Cokelat monggo dibuat dengan resep cokelat dari Belgia tetapi dibuat dengan buah dan bahan asli Indonesia. Cokelat Monggo dibuat di pabrik yang beralamat di Dalem KG III/978 RT 43 RW 10 Purbayan Kotagede, Yogyakarta. 

Pendirian pabrik cokelat Monggo ini merupakan inisiatif pria asal Belgia yang bernama Thierry Detournay. Pada 2001 ia datang ke Jogja dan tergerak membuat cokelat dengan cita rasa Belgia dengan sumber daya yang ada.  Thierry kemudian memberi cokelat itu pada sahabat dan mulai menjajakan di daerah UGM. Pada 2005 muncul ide untuk mendirikan CV. Anugerah Mulia dan mulai memproduksi cokelat dalam jumlah besar. 

Cokelat Monggo berasal dari bahasa jawa yang berarti silahkan. Kata ini biasa digunakan orang Yogyakarta untuk mempersilakan tamu atau untuk sopan santun saat lewat di depan orang. Nama Monggo dianggap cocok sebagai representasi dari budaya Jawa yang penuh dengan sopan santun. 

5. Yangko 
Salah satu makanan khas Yogyakarta yang unik dan khas adalah Yangko. Yangko terbuat dari tepung beras ketan dan memiliki tekstur yang lembut dan kenyal. Rasanya mirip seperti kue Mochi dari Jepang namun dengan bentuk kotak. 

Pembuatan Yangko cukup unik karena lama dan butuh ketelatenan. Pertama sekali ketan dikukus kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering beras ketan gongseng, lalu ditumbuk hingga menjadi tepung.

Setelah menjadi tepung, adonan diaduk dengan gula cair sambil dimasak dan diberi rasa sesuai yang diinginkan. Selanjutnya adonan dibentuk dan didinginkan lalu dipotong sesuai selera. Taburi Yangko dengan tepung terigu lalu siap disantap. 

Pada mulanya hanya ada varian Yanko rasa orisinil, dan kacang. Namun sekarang Yangko bisa ditemukan dengan aneka varian rasa seperti strawberry, nanas, durian, dan cokelat. 

6. Geplak
Geplak merupakan makanan manis khas Yogyakarta yang memiliki ciri warna warni meriah. Geplak terbuat dari parutan kelapa dengan bentuk bulat-bulat kecil. Geplak paling terkenal berasal dari daerah selatan Yogyakarta, atau daerah Bantul. 

Geplak asal Yogyakarta biasanya dikemas dengan besek  yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam satu kemasan biasanya terdiri dari banyak geplak dengan warna yang beragam. Pada mulanya warna geplak hanya dua yaitu putih dan cokelat. Warna putih menggunakan gula putih dan warna cokelat karena menggunakan gula aren. Sekarang warna geplak sudah macam-macam sesuai rasa baru seperti kacang, jahe, strawberry, dan durian. 


Beragam oleh-oleh yang ada di Yogya membuat pengalaman berlibur di Yogyakarta makin penuh kenangan. Tak cukup rasanya bila hanya membawa pulang satu jenis oleh-oleh saja. Selain rasanya yang menggugah, oleh-oleh Yogyakarta ini juga terbilang murah meriah.

Tak hanya saat berlibur, buat Anda yang mengadakan pertemuan bisnis di Yogyakarta juga bisa mengajak kolega untuk berburu-buru oleh-oleh murah. Ada banyak pusat-pusat oleh yang ada di sekitar hotel dekat Malioboro. 

Sebagai kota tujuan wisata, Yogyakarta memang kerap dijadikan lokasi pertemuan bisnis dan seminar karena terdapat hotel yang menyediakan meeting room Jogja seperti POP! Hotel Timoho dan POP! Hotel Sangaji. Kedua hotel ini dilengkapi dengan fasilitas meeting room yang bisa dipakai untuk pertemuan bisnis maupun untuk seminar dan berbagai acara. Dari hotel murah, Anda dengan mudah bisa mengajak tamu berburu oleh-oleh. 

Puas berkeliling mencari oleh-oleh Anda bisa bersantai dan beristirahat di kamar hotel dan menikmati berbagai fasilitas POP! Hotels, Setiap kamar di hotel dekat Malioboro ini memiliki shower pod, AC, TV LED 32 inci dengan channel internasional dan wifi 24 jam non stop. 

Menginap di hotel murah POP! Hotels Yogyakarta seperti POP! Timoho, POP! Sangaji, dan POP! Malioboro akan melengkapi pengalaman istimewa Anda saat berlibur di Yogyakarta.