Museum Sejarah di Surabaya, Wisatawan Wajib Kunjungi!

Kota Surabaya merupakan kota yang menyimpan banyak cerita perjuangan baik di masa kolonial maupun di masa perang merebut kemerdekaan. Salah satu peristiwa yang terkenal adalah keberanian arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan pada  pertempuran 10 November 1945. Peristiwa ini kemudian diperingati sebagai hari pahlawan. Semangat kepahlawanan hingga kini masih mengalir dalam masyarakat Surabaya. Hal ini tercermin dari slogan Jer Basuki Mawa Bea yang berarti untuk mencapai suatu kebahagiaan diperlukan pengorbanan. 

Sebagai kota tua di Indonesia, Surabaya terus berkembang menjadi kota metropolitan hingga sekarang. Berbagai pusat bisnis dan industri terus berdiri di kota ini. Karena ramainya aktivitas di kota ini, tidak sulit untuk mencari hotel murah di Surabaya sebagai pilihan menginap saat berada di kota Pahlawan. 

Nama Surabaya sendiri sudah muncul dalam Negarakertagama yang berisikan pidato Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit  pada tahun 1365. Sebelum itu Surabaya disebut sudah eksis sejak 1293 ketika Raden Wijaya yang merupakan raja pertama Kerajaan Majapahit berhasil mengalahkan pasukan Kubilai Khan dan memaksa pasukan Mongol kembali ke daratan Cina. 

Dijuluki sebagai Kota Pahlawan, Surabaya memiliki sejumlah objek wisata sejarah berupa museum yang menjadi destinasi favorit wisatawan. Selain belajar dan mengenang sejarah masa lalu, museum-museum ini ramai dikunjungi karena memiliki spot foto yang unik dan bagus. Berikut beberapa museum sejarah di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi. 

1. Museum 10 November 
Museum 10 November merupakan saksi peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Sesuai namanya, di museum ini terdapat berbagai koleksi dan bukti sejarah peristiwa heroik di kota Surabaya itu. Museum 10 November terletak di komplek Tugu Pahlawan yang berada di Jalan Pahlawan yang terletak tak jauh dari Kantor Gubernur Jawa Timur. 

Sejak pertama masuk ke gedung museum 10 november ini pengunjung bisa melihat berbagai foto dan lukisan para pejuang saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan di Surabaya. Juga ada beberapa koleksi benda-benda yang digunakan para pejuang untuk berperang melawan penjajah.

Bangunan museum 10 November berbentuk limas atau piramida. Mayoritas bagian museum ini terpendam di dalam tanah, hanya bagian atap saja yang terlihat agar tidak mengganggu landscape Tugu Pahlawan yang ada di dekatnya. 

Bangunan museum 10 November terdiri dari dua lantai. Lantai pertama ditandai dengan adanya patung besar yang terdiri dari 10 pejuang, Di lantai 2 terdapat foto dokumenter, dan peralatan yang digunakan untuk perang kemerdekaan. Juga ada dua diorama elektronik yang menyajikan 8 peristiwa seputar perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. 

2. Museum House of Sampoerna
House of Sampoerna adalah museum kretek yang terletak di jalan Taman Sampoerna 6, Surabaya. Bangunan ini memiliki empat pilar besar dengan gaya kolonial yang kental. Gedung yang dibangun pada 1862 ini dulunya merupakan panti asuhan yang dikelola pemerintah Belanda yang kemudian dibeli oleh Liem Seeng Tee pendiri Sampoerna pada 1932. 

Setelah berpindah tangan, bangunan ini kemudian beralih fungsi menjadi tempat produksi rokok Sampoerna pertama. Di museum ini, pengunjung bisa melihat sejarah perkembangan kretek dari masa ke masa. Lantai pertama gedung digunakan untuk ruang pameran segala hal yang berkaitan dengan produksi rokok Sampoerna. Sedangkan di lantai dua pengunjung bisa melihat proses pembuatan rokok Sampoerna. 

Selain bisa mengikuti sejarah kretek Indonesia, saat berkunjung ke museum house of Sampoerna Anda juga bisa merasakan pengalaman berkeliling kota Surabaya gratis. Di halaman museum terdapat bus merah yang  khusus mengantarkan pengunjung keliling Surabaya gratis mengikuti rute  Surabaya Heritage Track.     

3. Museum Siola 
Museum Siola merupakan bangunan bersejarah yang berada di Jalan Tunjungan. Sebelum ditetapkan pemerintah kota Surabaya sebagai museum, gedung Siola sudah beberapa kali mengalami alih fungsi. 

Gedung ini didirikan pada 1877 oleh investor berkebangsaan Inggris bernama Robert Laidlaw. Gedung ini diberi nama pusat perkulakan Het Engelsche Warenhuis. Saat itu Robert Laidlaw memiliki usaha tekstil  bernama Whiteaway Laidlaw.

Setelah Laidlaw meninggal, gedung ini dibeli pengusaha Jepang dan membuka i ’Toko Chiyoda’ yang menjual aneka tas dan koper. Setelah Sekutu datang ke Surabaya, Jepang kalah dan gedung ini dibiarkan kosong.

Selanjutnya gedung ini difungsikan para pejuang untuk pertahanan dari serangan Sekutu. Gedung ini pun sempat hancur sebelum akhirnya pada 1960 direnovasi dan menjadi pusat perbelanjaan Siola. 

Nama Siola berasal dari kongsi pemiliknya yaitu Soemitro-Ing Wibisono-Ong-Liem-Ang. Gedung Siola menjadi mal pertama di Surabaya hingga akhirnya tutup pada 1998. Pada 2015, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadikan gedung tersebut sebagai Museum Surabaya. Kini museum Surabaya berisi lebih dari 1000 koleksi benda bersejarah yang berisi arsip dan sejarah Surabaya dari masa ke masa. 

4. Museum De Javasche Bank
Museum Bank Indonesia atau De Javasche Bank terletak di Jalan Garuda No.1, Surabaya. Museum ini merupakan saksi sejarah perkembangan bank di Indonesia. Penamaan Bank Indonesia untuk gedung ini  baru muncul pada 1 Juli 1953 dan ditetapkan menjadi cagar budaya sejak 2012. 

Museum De Javasche Bank merupakan benda cagar budaya yang menyimpan banyak koleksi sejarah perbankan tanah air. Bentuk bangunannya unik karena bergaya neo renaissance yang dipadukan dengan ukiran Jepara  Di museum ini tersimpan benda emas dan uang tempo doeloe yang bernilai miliaran. Di bagian paling atas merupakan ruang dokumentasi dan arsip. 

Museum Bank Indonesia Surabaya ini dibuka untuk umum secara gratis. Pengunjung tidak dikenakan biaya namun dibatasi jumlah kunjungannya. Museum buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
 
5. Museum Kanker Indonesia 
Ada lagi museum di Surabaya yang memberi kesempatan pada masyarakat untuk mengetahui lebih jauh mengenai Kanker yaitu museum kanker. Gedung Gedung Yayasan Kanker Wisnuwardhana (YKW) ini sudah diresmikan sejak 30 Mei 1974 namun baru dibuka untuk umum sejak 31 Oktober 2013. 

Di museum ini, pengunjung bisa melihat kondisi organ tubuh manusia yang telah digerogoti kanker. Harapannya, bisa memberi edukasi pada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan pencegahan dini dari bahaya kanker. 

Museum kanker buka setiap hari dan gratis untuk umum. Bila berkunjung pada akhir pekan akan dikenakan tarif tiket. Di museum ini pengunjung juga bisa melihat kebun tanaman obat kanker yang bisa dijadikan contoh dan inspirasi untuk tanaman obat di rumah. 


Berbagai jenis museum sejarah merupakan pilihan wisata yang bisa Anda kunjungi saat berada di Kota Surabaya. Perjalanan ke setiap museum akan memberi pengalaman dan pengetahuan baru bagi Anda. Liburan ke Surabaya akan menjadi lebih bermakna dan penuh kesan. 

Untuk menambah kesan saat berlibur di Surabaya pastikan Anda memilih hotel backpacker yang murah dan nyaman sebagai pilihan akomodasi terbaik. Anda bisa memilih hotel murah di Surabaya yang menawarkan kenyamanan seperti saat menginap di salah satu jaringan POP! Hotels Surabaya. 

Untuk kemudahan akses menuju lokasi wisata, Anda bisa menginap di POP! Hotel Gubeng, POP! Hotel Stasiun Kota dan POP! Hotel Diponegoro. Ketiga hotel jaringan POP! Hotels Surabaya ini menawarkan fasilitas memadai dan akses transportasi yang mudah ke berbagai destinasi wisata unggulan di Surabaya. Hal yang lebih penting lagi, ketiga hotel ini sangat mudah diakses dari Bandara Juanda. 

POP! Hotels Surabaya siap memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung. Dengan desain pop dan minimalis setiap kamar dilengkapi dengan AC, TV Layar Datar, shower pod, brankas dan tempat tidur yang nyaman. Selain itu setiap tamu juga bisa memanfaatkan layanan wifi 24 jam non stop tanpa batas. 

Mencari hotel murah di Surabaya kini menjadi lebih mudah. Anda hanya perlu memesan kamar melalui website POP! Hotels dan menemukan kamar terbaik yang cocok dengan kebutuhan. POP! Hotels Surabaya merupakan pilihan hotel backpacker yang pas buat Anda selama menginap di Surabaya.