Monumen Ikonik Wajib Dikunjungi Saat di Surabaya

monumen-ikonik-surabaya.jpg
 
Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya merupakan kota penting dan sibuk sepanjang waktu. Sejak jaman pemerintahan kolonial Belanda, Surabaya sudah memegang peranan penting baik dalam bisnis, perdagangan, pendidikan dan pertahanan. Karena letaknya yang strategis, banyak peristiwa  penting di masa lalu yang terjadi di kota ini. 

Surabaya juga pernah memegang peranan penting dalam upaya perebutan kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kota ini terjadi pertumpahan darah dalam mempertahankan kemerdekaan yang menjadi pemantik semangat perjuangan di seluruh tanah air lewat peristiwa 10 november. 

Pertempuran Surabaya merupakan pertempuran skala terbesar selama perang kemerdekaan 1945-1949. Konon katanya, lebih dari 16 ribu pejuang gugur untuk membela kemerdekaan. 

Saat berada di Surabaya, Anda bisa menemukan sejumlah monumen yang menyimpan cerita dan sejarah tersendiri. Monumen yang ada bahkan menjadi ikon tersendiri bagi kota Surabaya yang memiliki berbagai makna dan filosofi. 

Berikut 5 monumen ikonik yang wajib Anda kunjungi sebagai tanda sudah pernah datang ke Kota Surabaya 

1. Patung Suro dan Boyo 
Menurut sebagian orang, belum sah Anda berkunjung ke Surabaya bila belum memiliki foto dengan latar belakang patung Suro dan Boyo ini. Sebab, patung Suro dan Boyo merupakan salah satu ikon utama Kota Surabaya yang berarti ikan hiu dan buaya.

Patung Suro dan Boyo dapat ditemukan di tiga tempat yaitu di Taman Skate dan Board yang berlokasi di Jalan Ketabang Kali. Anda juga bisa menemui patung ini di Bantaran Sungai Kalimas, dan di Jalan Pantai Kenjeran. 

Patung Suro dan Boyo yang terdapat di Pantai Kenjeran merupakan patung Suro dan Boyo terbesar di Surabaya.Tingginya mencapai 25,6 meter dengan diameter 15 meter. Patung Suro dan Boyo ini terletak di area Taman Suroboyo yang memiliki luas 11.900 meter persegi.

Menurut cerita, patung Suro dan Boyo berasal dari legenda Suro dan Boyo yang bertarung untuk memperebutkan wilayah kekuasaan. Suro merupakan binatang laut sedangkan boyo merupakan binatang air tawar. Keduanya bertemu dan saling berebut pengaruh di sini. 

Suro dan Boyo juga menjadi simbol keberanian pemuda dalam mempertahan wilayah dari serangan musuh di laut dan dari daratan pada saat Raden Wijaya melawan pasukan Tar-Tar. Kemenangan Raden Wijaya ini juga yang melatarbelakangi berdirinya kota Surabaya. Karena kita, lambang Suro dan Boyo ini sudah dipakai sejak zaman pemerintahan Belanda  yang penggunaannya dapat dilihat di Pasar Pabean. 

2. Monumen Jalesveva Jayamahe
Bila  Anda pernah melintas di Jembatan Suramadu, besar kemungkinan Anda sudah melihat bahkan berfoto dengan latar belakang patung ini. Monumen ini merupakan yang tertinggi di Surabaya dengan ketinggian 30,6 meter. Monumen Jalesveva Jayamahe terletak di ujung dermaga kawasan Armada Timur. Jalesveva Jayamahe sendiri merupakan motto Angkatan Laut yang berarti Di Laut Kita Berjaya.

Ukuran dan struktur bangunan monumen Jalesveva Jayamahe mengandung makna filosofis tentang kegagahan Angkatan Laut Indonesia dalam menjaga perairan nusantara. Selain sebagai simbol, gedung 4 lantai ini juga dijadikan museum AL tempat pengunjung bisa melihat replika dan berbagai foto kekuatan TNI AL. Di sini juga ada Kian Tentrem, yaitu gong raksasa dari kuningan yang memiliki berat 2,2 ton dan diameter mencapai 5 meter.

Monumen Jalesveva Jayamahe dirancang oleh pemahat asal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen dibangun dalam kurun waktu 6 tahun dibawah prakarsa Laksamana TNI Muhamad Arifin. Monumen ini diresmikan pada 5 Desember 1996.  

Untuk pengunjung yang ingin melihat lebih dekat, museum yang ada di monumen Jalesveva Jayamahe dibuka untuk umum dengan pengawasan ketat. Museum dibuka setiap Senin sampai Jumat dari pukul 07.00 hingga 15.00. Bila ingin puas berkeliling, Anda bisa datang pada hari istimewa seperti saat Hari Armada Indonesia. 
 
3. Monumen Bambu Runcing 
Monumen bambu runcing atau biasa juga dikenal dengan monbarun merupakan monumen yang didedikasikan untuk para pejuang di masa kemerdekaan khususnya para arek Suroboyo yang berjuang dalam pertempuran 10 November 1945. 

Monumen Bambu Runcing berbentuk seperti sekelompok bambu runcing dengan ketinggian berbeda. Jumlahnya ada 5 bambu yang di bawahnya ditanam tanaman hias dan rumput. 

Selain menyimpan makna filosofis yang kuat, monumen bambu runcing merupakan monumen yang bagus untuk berfoto karena dilengkapi dengan lampu kerlap-kerlip dan air mancur untuk menambah efek magis. Warna kuning emas membuat kesan berkerlip dan menyala bila terkena cahaya lampu di malam hari. 
 
4. Tugu Pahlawan 
Tugu Pahlawan merupakan bangunan ikonik yang ada di Surabaya. Tugu ini memiliki ketinggian sekitar 41 meter dengan bentuk unik yaitu mirip lingga atau paku terbalik. Sama halnya dengan monumen bambu runcing, tugu pahlawan didirikan untuk mengenang jasa dan perjuangan arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan. 

Monumen tugu pahlawan mulai dibangun sejak 10 November 1951. Kemudian pada 1988 dilakukan penataan kawasan Tugu Pahlawan dengan membangun museum berbentuk piramida, pintu masuk, patung, dan relief perjuangan. Saat berkunjung ke Tugu Pahlawan, wisatawan bisa melakukan napak tilas perang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. 

5. Parasamya Purnakarya Nugraha
Monumen Parasamya Purnakarya Nugraha merupakan yang terbaru di antara monumen yang ada di Surabaya. Monumen ini diresmikan pada 2018 oleh Soekarwo, Gubernur Jawa Timur saat itu. Monumen ini merupakan apresiasi atas penghargaan atas keberhasilan Jawa Timur menerima 3 kali penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha di bidang pembangunan. 

Monumen Parasamya Purnakarya Nugraha dibuat dengan cat emas dan menggambarkan penggabungan sejumlah unsur kesenian khas Jawa Timur seperti penari Remo, penari Gandrung, seniman Reog, dan pemain karapan sapi. Berkunjung ke Monumen Parasamya Purnakarya Nugraha di malam hari akan terasa lebih istimewa karena dihiasi dengan kerlap lampu yang atraktif. 


Menjelajah dan mengeksplor kota Surabaya memang tak akan ada habisnya dalam satu kali perjalanan saja. Ada banyak spot menarik untuk didatangi. Selain terkenal dengan monumennya, Surabaya juga terkenal dengan banyaknya taman kota bagus yang cocok untuk bersantai dan berwisata. Sebagai kota Pahlawan, Surabaya memiliki banyak titik wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. 

Saat berada di Surabaya Anda tidak perlu repot mencari hotel backpacker karena ada POP! Hotel Stasiun Kota yang bisa dipilih kapan saja. Lokasinya strategis dan dekat dengan sejumlah titik penting di Surabaya. 

Dari POP! Hotel Stasiun Kota, Anda hanya perlu berjalan kaki ke pusat perbelanjaan Pasar Atom yang legendaris. Anda juga bisa berjalan 2 kilometer menuju pasar tradisional Pasar Turi, dan 7 kilometer menuju pusat perbelanjaan terbesar di Tunjungan Plaza Surabaya. Hotel murah di Surabaya ini memanjakan tamu yang ingin menikmati suasana kota.

Terdapat 160 kamar tamu  yang simpel dan berdesain modern yang dapat dipesan di hotel backpacker ini. Setiap kamar dilengkapi dengan TV kabel, brankas, king size bed, air minum gratis, king size bed, dan free wifi selama 24 jam non stop. 

Menginap di POP! Hotels akan memudahkan segala urusan Anda saat berada di Kota Surabaya. Hotel backpacker yang bisa menjadi pilihan banyak kalangan.