Jadi Destinasi Wisata, Ini Fakta Penting tentang Pasar Baru Jakarta

fakta-pasar-baru-jakarta.jpg
 
Buat Anda penyuka wisata kota, Jakarta merupakan surga dengan beragam destinasinya. Salah satunya adalah wisata kota di Pasar Baru yang dulu bernama Passer Baroe. Pasar Baru terletak dalam wilayah administrasi Jakarta Pusat.

Pasar Baru adalah destinasi wisata unggulan Jakarta yang berada di pusat kota. Di sekitar Pasar Baru terdapat beberapa destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan seperti Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Monumen Nasional, dan Istana Merdeka.

Pasar Baru mudah diakses dari berbagai titik di Jakarta karena dilalui koridor Transjakarta dan dekat dengan Stasiun Kereta Api Juanda. Di sana juga terdapat berbagai transportasi seperti bajaj, angkot, ojek dan taksi. Tersedia beberapa akomodasi hotel di Pasar Baru yang bisa dipilih selama Anda menikmati wisata di Pasar Baru. 

Sebagai destinasi unggulan, wisata Pasar Baru menyimpan banyak keunikan yang membuat para wisatawan  ingin tahu. Itulah kenapa, Pasar Baru tetap eksis hingga kini meski berada di bawah bayang berbagai pusat perbelanjaan modern yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. 

Apa saja fakta tentang pasar baru yang perlu diketahui saat berkunjung ke Pasar Baru? Berikut ulasannya:

1. Sejarah Pasar Baru 
Pasar Baru merupakan pasar tertua peninggalan Hindia Belanda di Jakarta yang sudah mulai ada sejak 1820. Pada masa itu, Pasar Baru merupakan tempat pedagang pribumi menjual hasil kebun. Di pasar ini pula para saudagar menjual berbagai keperluan seperti kebutuhan harian dan barang kelontong. 

Nama Passer Baroe muncul dari keinginan Gubernur Jenderal Daendels yang ingin mendirikan sebuah pusat perbelanjaan baru di Batavia. Saat itu sudah ada Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang. Daendels menginginkan nama berbeda dan mudah diingat sehingga diberi nama Passer Baroe. 

Terletak di pinggir Ciliwung, pasar ini memiliki akses langsung menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Itulah kenapa, banyak sekali barang antik dari berbagai negara terutama tekstil dan kerajinan banyak ditemukan di sini. 

Sistem los baru mulai diberlakukan di sini pada 1825. Bangunan los terdiri atas kumpulan toko yang membujur searah dan bersisian dari seberang jembatan schouwburg. Pada waktu berikutnya barulah mulai berdiri toko. Hal yang menarik, di Passer Baroe pertama kali orang Jakarta menerapkan toko yang menjual dengan harga pas. 


2. Bangunan Pasar Baru
Setelah sistem los diperkenalkan, orang mulai membangun toko permanen. Hari ini, bila Anda berkunjung ke Pasar Baru, Anda akan melihat bangunan lama dengan gaya Eropa. Sebuah gerbang dengan gaya Tionghoa akan menjadi penanda bahwa Anda sedang berada di Pasar Baru. 

Saat berkeliling di Pasar Baru, pengunjung bisa menjelajah dengan menyusuri enam kawasan yang menjual produk berbeda. Enam kawasan utama di  Pasar Baru  adalah Pintu Air, Istana Pasar Baru, Metro Pasar Baru, Metro Atom, Harco Pasar Baru, dan Pasar Baru. 

Di Kawasan Metro Pasar Baru dan Harco pasar Baru pengunjung akan melihat banyak pedagang yang menjajakan pakaian, perhiasan, arloji dan barang optik.Begitu pula dengan lantai satu kawasan Metro Atom. 

Di lantai 2 kawasan Metro Atom, pengunjung akan menemukan pusat kamera. DI sinilah surganya pecinta fotography untuk hunting berbagai kebutuhan fotography. Pusat Kamera di Pasar Baru bermula dari keberadaan Kedai Foto milik orang-orang Jepang yang juga pernah berdagang di Passer Baroe. 

Pada saat berada di kawasan Pasar Baru dan Pintu Air pengunjung dan wisatawan akan menemukan beragam tekstil dari India dan Tionghoa. Bedanya, di toko India juga tersedia jasa penjahit pakaian. Toko India dan toko pakaian dan kelontong milik Tionghoa di pasar baru berdiri selang seling. 

Di Pasar Baru, juga terdapat toko milik orang-orang Eropa seperti Prancis dan Jerman yang menjual aneka ragam barang buatan Perancis dan Eropa. Selain barang antik, mereka menjual berbagai produk kulit dan keperluan rumah tangga bergaya barat. 

3. Tempat Berburu Tekstil Murah di Pasar Baru
Meski tak seramai Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang, di Pasar Baru, pengunjung dan wisatawan bisa menemukan aneka baju impor bagus dengan harga yang murah. Berbagai merek barang terutama sandang baik lokal maupun impor dibanderol dengan harga murah. Syaratnya Anda harus sabar dan pintar dalam memilih. 

Pada masa jayanya, dulu Pasar Baru menjadi pasar tujuan wisata untuk berburu tekstil murah dan berkualitas. Apalagi di sini para pedagang India dan Tiongkok berlomba berjualan kain sutera. Dulu, belum sah Anda datang ke Batavia sebelum berbelanja di Pasar Baru. 

4. Wisata Pasar Baru
Selain tempat berbelanja, daya tarik wisata Pasar Baru juga ada karena suasana pasar yang kental dengan warisan masa lalu. Anda bisa melihat langsung toko-toko tua yang masih berdiri seperti Apotek Kimia Farma, toko Lee Ie Seng, toko perabot rumah tangga Melati, toko jam Tjung-Tjung, toko kacamata Seis (Tjun Lie) dan toko kain Bombay dan Lilaram. Sedangkan toko besar yang dulunya pernah ada di antaranya Toko Europa dan Toko de Zon. 

Pada waktu tertentu, seperti menjelang peringatan Ulang Tahun Jakarta, di Bulan Juni dan akhir tahun seringkali diadakan Festival Passer Baroe. Selain bisa menikmati aneka kuliner khas, wisatawan juga bisa menyaksikan lomba perahu dayung. 

Lomba perahu dayung sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Pedagang dan masyarakat Tionghoa memanfaatkan aliran Sungai Ciliwung untuk menggelar lomba perahu. Belakangan kegiatan ini diikuti berbagai etnis terutama masyarakat lokal Betawi. Sekarang, saat Festival Passer Baroe digelar, wisatawan bisa menyaksikan berbagai kesenian Jakarta. 
 

Berada di Pasar Baru akan lebih lengkap lagi bila Anda menjajaki kuliner malam yang ada di sana, Biasanya, pada malam hari banyak pedagang makanan di sekitar jalan Gajah Mada tak jauh dari Pasar Baru. Anda juga bisa menikmati wisata dan hiburan malam yang banyak terdapat di sekitar Pasar Baru. 

Agar bisa menikmati suasana Pasar Baru dengan lebih sempurna, Anda bisa memesan kamar di  hotel murah Pasar Baru. POP! Hotel Pasar Baru adalah pilihan yang tepat karena merupakan hotel budget yang terletak di jantung kota Jakarta. 

Puas berwisata belanja dan sejarah di Pasar Baru, Anda bisa menyeberang untuk menjelajah beberapa destinasi wisata seperti Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Monumen Nasional, Museum Nasional dan melihat langsung istana merdeka dari dekat. Dari POP! Hotel Pasar Baru, Anda bisa berjalan kaki atau menyewa bajaj untuk berkeliling kota. 

Tidak hanya kemudahan akses, hotel di Pasar Baru ini akan memanjakan Anda dengan kamar berfasilitas lengkap dengan desain modern. Dengan harga sangat terjangkau, Anda bisa menginap di kamar dengan fasilitas seperti kamar mandi dalam, AC, TV layar datar, dan Wifi gratis 24 jam non stop. 

Menginap di POP! Hotel Pasar Baru menjadi lebih menyenangkan karena hotel budget ini menerapkan konsep baru dengan penambahan PITSTOP yaitu kafe dan toko serba ada di area lobi yang buka selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan tamu. 

Fasilitas dan kamar yang modern yang bisa diakses setiap tamu membuat hotel di Pasar Baru ini menjadi pilihan yang tepat buat Anda yang ingin menginap di jantung Kota Jakarta. Tak hanya untuk urusan wisata, Anda juga dengan mudah mengakses lokasi pertemuan bisnis dengan menginap di hotel ini.
 
POP! Hotel Pasar Baru merupakan pilihan hotel low budget buat Anda selama berada di Jakarta.