Berwisata ke Bandung, 6 Destinasi Ikonik Ini Tak Boleh Terlewatkan

wisata-ke-bandung.jpg
 
Bandung adalah kota wisata yang penuh pesona. Kota Bandung yang merupakan Ibukota provinsi Jawa Barat ini memiliki banyak destinasi wisata yang menarik minat wisatawan lokal hingga mancanegara. Kemasyhuran Bandung sebagai tujuan wisata ditopang dengan cuacanya yang sejuk sehingga membuat suasana berbeda untuk wisatawan yang berkunjung ke sana. 

Sebagai kota tujuan wisata, Bandung siap memanjakan para wisatawan dengan beragam destinasi unggulan. Kuliner Bandung terkenal enak dan murah, dan tersebar di banyak tempat. 

Selain itu, wisatawan juga dengan mudah bisa menemukan hotel di Bandung. Anda bisa mengakses hotel murah di tengah Kota untuk pilihan akomodasi seperti POP! Hotel Festival Citylink Bandung. Lokasi POP! Hotels yang tepat berada di jantung kota, membuat wisatawan yang menginap bisa bersantai keliling kota di kala malam tiba. 

Selama berada di Bandung ada banyak destinasi wisata dan spot menarik yang bisa dikunjungi. Namun, Anda jangan sampai melewatkan bangunan dan spot unik yang menjadi landmark Kota Kembang ini. 

Apa saja 6 ikon unik Kota Bandung yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke sana? Berikut ulasannya. 

1. Gedung Sate 
Gedung Sate merupakan bangunan ikonik yang identik dengan kota Bandung. Saat melihat foto atau gambar Gedung Sate, pikiran akan langsung tertuju pada kota kembang ini. Gedung Sate adalah Gedung Sate adalah bangunan bersejarah yang kini menjadi kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat sekaligus destinasi wisata di Bandung. Sebagian masyarakat menyebut gedung ini sebagai Gedung Putihnya Bandung. 

Gedung Sate mulai dibangun pada 1920 di masa pemerintahan Hindia Belanda. Mulanya, gedung ini bernama Gouvernements Bedrijven dan mulai difungsikan sebagai kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat sejak 1980. 

Bangunan Gedung Sate mengadopsi gaya bangunan Eropa, Asia, dan Nusantara. Didalamnya terdapat perpaduan bangunan masjid, candi, dan ornamen bergaya Eropa. Di bagian atas terdapat Menara Gedung Sate. 

Untuk menambah wawasan, pengunjung bisa datang ke Gedung Sate dan masuk ke museum dengan membayar tiket Rp5.000,- Di museum, pengunjung bisa mempelajari sejarah pembangunan gedung sekaligus napak tilas sejarah Kota Bandung. Selama pandemi, museum Gedung Sate tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

2. Monumen Bandung Lautan Api 
Monumen Bandung Lautan Api adalah monumen yang didirikan untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api yang merupakan upaya pemuda dan masyarakat Bandung untuk mempertahankan kemerdekaan. Monumen ini memiliki tinggi 45 meter dengan warna utama kuning kemerahan seperti nyala api. 

Monumen Bandung Lautan Api terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Setiap tanggal 23 Maret, monumen ini ramai dikunjungi dan menjadi tempat peringatan peristiwa pembumihangusan kawasan Bandung Selatan. Selain memiliki nilai sejarah yang besar, bentuk monumen ini unik dan ikonik sehingga banyak digunakan untuk mengambil swa foto. 

3. Gedung Merdeka 
Gedung Merdeka merupakan gedung bersejarah di Kota Bandung yang terletak di Jalan Asia Afrika.  Pada mulanya gedung ini merupakan gedung pertemuan orang-orang Eropa dan bernama gedung Concordia dan sudah eksis sejak 1895. Gedung ini berganti nama menjadi Dai Toa Kaikan pada masa pemerintahan Jepang dan menjadi pusat kebudayaan. 

Setelah Proklamasi Kemerdekan Indonesia, gedung ini beralih fungsi menjadi markas pemuda Indonesia menghadapi tentara Jepang. Gedung ini baru bernama Gedung Merdeka pada 7 April 1950 setelah Presiden Soekarno melakukan renovasi. Pada 1955, Gedung Merdeka digunakan sebagai lokasi Konferensi Asia Afrika pertama yang berlangsung 18-24 April 1955. Konferensi ini membuat Gedung Asia Afrika makin dikenal. 

Pada tahun yang sama, saat terbentuk Konstituante Republik Indonesia gedung ini beralih fungsi menjadi Gedung Konstituante sampai Konstituante bubar pada 1959.  Selanjutnya Gedung Merdeka baru difungsikan sebagai Museum Asia Afrika sejak 1980. 

4. Masjid Terapung
Masjid terapung adalah sebutan lain untuk Masjid Agung Al Jabbar. Masjid ini mulai dibangun pada Desember 2017 dan terletak di kelurahan Cimerang, kecamatan Gedebage, kota Bandung. Dari Gedung Sate, Anda perlu berkendara sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi ini. 

Masjid Agung Al Aljabbar dibangun di atas tanah seluas 21 hektar, Sebanyak 10 hektare dari lahan tersebut digunakan untuk badan air danau buatan sehingga membuat bangunan Masjid Al Jabbar menjadi unik karena seolah-olah terapung. Tak hanya untuk kepentingan estetika, keberadaan danau buatan juga berfungsi sebagai sumber air baku dan juga penampung hujan. 

5. Monumen Perjuangan Bandung 
Monumen Perjuangan Bandung atau biasa dikenal dengan Monju adalah Museum Sejarah Perjuangan Rakyat Jawa Barat di tanah Pasundan. Monumen diresmikan pada  23 Agustus 1995. Monumen ini terletak di Jalan Dipatiukur No. 48 yang berhadapan langsung dengan Gedung Sate.

Monumen Perjuangan atau Monju memiliki koleksi peristiwa bersejarah penting di Jawa Barat mulai dari masa kerajaan hingga perjuangan kemerdekaan. Terdapat ruang pameran yang bisa dimanfaatkan pengunjung mengenal sejarah Jawa Barat dari masa ke masa. 

Selain bisa menambah wawasan, berkunjung ke Monju diminati lantaran bisa menjadi spot foto bagus dan ikonik. Anda belum sempurna datang ke Bandung bila belum berfoto di monumen dengan desain bambu runcing dan sentuhan arsitektur modern ini. 

6. Observatorium Bosscha
Buat Anda yang bosan dengan suasana kota dan ingin menepi dari keriuhan aneka pusat belanja dan kuliner Kota Bandung, pergilah ke Observatorium Bosscha. Dari Gedung Sate Anda hanya perlu berkendara sekitar 35 menit ke arah utara Kota Bandung untuk sampai ke observatorium yang terletak di daerah Lembang ini. 

Observatorium Bosscha adalah tempat peneropongan bintang tertua dan terbesar di Indonesia. Tempat ini dulu bernama Bosscha Sterrenwacht dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Selain sebagai pusat ilmu pengetahuan, sejak 2004, bangunan ini ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya. 

Dalam situasi normal pengunjung bisa masuk ke dalam gedung namun setelah reservasi terlebih dahulu untuk memastikan kuota masih tersedia. Untuk sesi siang, pengunjung harus membayar tiket Rp18.000,- dan untuk sesi malam Rp20.000,-

Kunjungan wisata ke observatorium Bosscha bisa dilakukan siang hari dan malam hari. Selama kunjungan, terutama pada sesi malam, pengunjung diberi kesempatan meneropong langsung dengan teleskop portable dan teleskop Bamberg.Selain wisata ilmu pengetahuan, Anda juga bisa menikmati udara segar dan indahnya daun dan pepohonan di sekitar gedung observatorium. Berfoto bersama akan jadi momen indah untuk dikenang. 
 

Puas berkeliling kota dan mengabadikan kenangan di destinasi wisata ikonik Kota Bandung, kini saatnya Anda bersantai, Menikmati suasana kota dari Jalan Braga akan terasa istimewa ditemani aneka jajanan dan kuliner khas Bandung yang menggoda. 
 
Setelah itu, melengkapi pengalaman selama berada di Kota Kembang saatnya Anda memilih hotel murah di Bandung untuk bermalam dan bersantai. POP! Hotel Citylink Bandung merupakan pilihan tepat untuk Anda melepas lelah dan beristirahat.
 
Harga kamar yang relatif terjangkau dengan fasilitas kamar modern dan lengkap, hotel di Bandung milik POP! Hotels ini menawarkan kenyamanan bagi Anda. Dengan budget yang kecil, Anda bisa menghemat anggaran karena rate menginap di hotel ini tergolong murah di kelasnya. 
 
Memilih menginap di POP! Hotel Festival Citylink Bandung akan memberi kemudahan bagi Anda untuk berkeliling dan menikmati suasana malam kota. Dari hotel, wisatawan hanya perlu berkendara sekitar 15 menit menuju pusat kota.
 
Selain itu, Anda juga dengan mudah bisa mengakses tol karena lokasinya hanya 4,5 km Pintu Keluar Tol Pasir Koja. Saat menginap di sini, Anda juga tak perlu terburu mengejar penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara.
 
Dengan akses langsung ke mall dan harga hotel di Bandung yang terjangkau, POP! Hotel Festival Citylink adalah pilihan ideal untuk wisatawan dengan budget hemat. Anda yang datang ke Bandung untuk tujuan bisnis juga bisa menginap di sini. Terdapat 175 kamar modern dengan akomodasi nyaman yang dirancang dengan sentuhan POP! Hotels.

Berwisata ke Bandung, menikmati pengalaman seru mengunjungi destinasi ikonik akan menjadi semakin lengkap dengan pilihan akomodasi yang tepat. POP! Hotel Festival Citylink Bandung siap menjadi tempat Anda beristirahat.