Berlibur ke Solo? Berikut Rekomendasi Tempat Wisata di Tengah Kota

Solo atau biasa disebut dengan Surakarta merupakan kota di Jawa Tengah yang punya banyak pesona wisata. Perpaduan nilai seni, tradisi dan modernitas membuat wisatawan jatuh hati dan betah untuk terus datang ke Solo. 

Saat berlibur di Solo, wisatawan bisa menikmati berbagai atraksi wisata seperti wisata budaya dan sejarah serta wisata alam yang indah. Apalagi wisatawan bisa dengan mudah mendapatkan hotel di Solo sebagai pilihan akomodasi selama berlibur. 

Keberadaan Keraton Surakarta telah mempengaruhi sosial budaya masyarakat Solo sehingga kental dengan adat dan budaya Jawa. Tak hanya Keraton Surakarta Hadiningrat, saat berada di Solo Anda juga bisa berkunjung Pura Mangkunegaran yang merupakan kerajaan otonom dari Dinasti Mataram. 

Meski didominasi oleh dua kerajaan bukan berarti Anda hanya bisa berwisata ke dua tempat ini. Anda bisa mengunjungi sejumlah spot wisata di tengah Kota Solo berikut:

1. Taman Balekambang 
Taman Balekambang merupakan taman di tengah kota Solo yang punya banyak spot untuk rekreasi. Taman ini dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya. Taman terletak di Jalan Balekambang Nomor 1, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. 

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat berada di Taman Balekambang seperti berkeliling di taman reptil yang terletak di sebelah barat Bale Apung. Anda juga bisa bersantai di Taman Air Partini sambil bermain bebek kayuh dengan kapasitas 4 orang sampai 6 orang.  Bila ingin memancing di sini juga diperbolehkan setelah mengambil paket memancing yang disediakan pengelola. 

Untuk Anda yang ingin bersantai bisa berkeliling di Taman Partinah Bosch atau Hutan Partinah dan menikmati berbagai tumbuhan hutan seperti apel, beringin, dan kenari. Sambil menikmati udara segar pengunjung bisa melihat rusa-rusa yang berkeliaran bebas mencari rumput. 

Bagi anak-anak yang ingin berinteraksi dengan satwa juga bisa di sini karena ada taman kelinci. Tidak hanya kelinci, di sini juga ada beberapa satwa seperti kura-kura, biawak, dan domba merino.Selain berinteraksi, pengunjung bisa mendapat tambahan wawasan mengenai cara mengembangbiakkan kelinci dari petugas yang berjaga. 

2. Keraton Surakarta
Selain tempat berdiamnya keluarga kerajaan, Keraton Surakarta juga dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata. Keraton Surakarta didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang rusak akibat Geger Pecinan pada tahun 1743. 

Di areal keraton terdapat menara Sangga Buwana yang disebut-sebut sebagai tempat bertemunya raja dengan Ratu Laut Selatan. Menara setinggi 30 meter ini juga difungsikan sebagai menara pandang untuk melihat aktivitas di luar keraton. 

Tidak semua area keraton boleh dikunjungi oleh masyarakat umum. Salah satu area Keraton Kasunanan yang boleh dikunjungi adalah  pendopo besar di dalam Sasana Sewaka, tempat yang biasa digunakan ntuk pertunjukan seni dan gamelan. 

Untuk masuk ke area keraton yogyakarta, masyarakat tidak boleh mengambil foto di seluruh area dan harus berkeliling dengan melepas alas kaki. Di dalam kawasan terdapat museum yang berisi berbagai benda kerajaan seperti kereta kencana, tandu, patung, senjata kuno dan koleksi kerajaan lainnya. 
 
3. Benteng Vastenburg
Tak jauh dari areal Keraton Surakarta terdapat bangunan Benteng Vastenburg yang dulunya menjadi markas tentara Belanda di Solo. Benteng ini didirikan pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff, pada 1745. 

Semula bangunan benteng ini bernama Benteng Grootmoedigheid yang berarti kemurahan hati. Benteng ini diresmikan pada tahun 1779 dan berganti nama menjadi Vastenburg yang berarti teguh.
 
Pada masa pemerintahan Belanda, benteng ini dijadikan markas militer dan pertahanan. Tinggi bangunannya hampir 6 meter. Setelah kemerdekaan, Benteng Vastenburg menjadi markas pusat Brigade Infanteri 6 Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta dan sekitarnya. 

Selanjutnya sejak 1980 gedung ini tak lagi dipakai. Pada 2010 Benteng Vastenburg ditetapkan sebagai benda cagar budaya dan bangunan ikonik kota Solo. Banyak wisatawan datang ke sini untuk berfoto dan menghayati sejarah perjuangan bangsa. 

4. Masjid Agung Surakarta
Masjid Agung Surakarta pada mulanya bernama Masjid Ageng Keraton Hadiningrat. Dibangun oleh Pakubuwono III sekitar tahun 1749. Pembangunannya dilakukan secara bertahap hingga sekarang menjadi komplek masjid yang komplek dilengkapi dengan perpustakaan dan poliklinik. 

Masjid Agung Surakarta menjadi pusat pengembangan islam di Solo. Pada masa lalu raja tidak hanya berfungsi sebagai kepala pemerintahan tetapi juga jadi ulama yang menyebarkan syiar islam. Hinga kini masjid Agung Surakarta masih digunakan untuk pusat aktivitas agama seperti pelaksanaan sekaten dan maulud. 

5. De Tjolomadoe
Bangunan ini merupakan pabrik gula. Dulu namanya adalah pabrik gula colomadu, dan kemudian berubah nama menjadi De Tjolomadoe. Pabrik ini didirikan pada 1861 di daerah Karanganyar oleh Mangkunegara IV. Namun sekarang pabrik gula ini sudah tutup dan bangunannya berubah menjadi tempat wisata berupa museum. 

Di bangunan De Tjolomadoe, wisatawan bisa melihat mesin-mesin buatan jerman dan proses pembuatan gula. Terdapat pula tempat pameran serta kafe yang menyajikan aneka makanan dan minuman khas solo. Pada masa mendatang diharapkan De Tjolomadoe akan menjadi tempat pertunjukan seni dan budaya di Solo. 

6. Pasar Malam Ngarsopuro 
Pasar malam ngarsopuro merupakan pasar rakyat yang terletak di depan Keraton Surakarta tempat berburu berbagai kuliner khas Solo. Berbeda dengan pasar-pasar umumnya, pasar ini mulai beroperasi dari sore hingga malam. Dan juga hanya buka satu kali dalam seminggu yaitu dihari Sabtu.

Di pasar malam ngarsopuro, pengunjung bisa berburu aneka oleh-oleh khas Solo seperti batik dan aneka kerajinan. Selain itu juga dijual aneka makanan khas Solo. Uniknya, pasar ini hanya buka sekitar 4 jam saja dan hanya boleh menjual dagangan yang berkarakter. 

Pengunjung yang datang ke pasar malam ngarsopuro juga bisa membeli aneka barang antik seperti gerabah, cermin, dan kerajinan batu akik. Di pasar ini seringkali ada pertunjukan seni seperti keroncong dan musik gamelan. Berada di pasar malam ngarsopuro memberi kesempatan pada wisatawan menikmati suasana Istana Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta di malam hari. 


Puas berkeliling berbagai spot wisata tengah kota, saatnya Anda bersantai sembari menikmati suasana kota Solo di malam hari. Anda bisa memilih hotel di Solo untuk pilihan menginap. Anda bisa memilih hotel murah yang memiliki akses ke tengah kota seperti di POP! Hotel Solo. 

POP! Hotel Solo merupakan hotel yang berlokasi strategis. Terletak di jantung kota Solo, hotel backpacker modern ini berada dekat dengan Kampung Batik Laweyan. Aksesnya pun mudah. Hanya beberapa langkah dari Stasiun Kereta Purwosari, 3 menit ke berbagai pusat perbelanjaan, 5 menit ke Stadion Manahan dan hanya 20 menit dari Bandara Adi Sumarmo. 

Hotel di Solo ini menawarkan 189 kamar tamu dengan pemandangan kota, Terdapat 4 ruang pertemuan eksklusif. Juga ada area rooftop yang cocok dijadikan tempat pertemuan bisnis ataupun berbagai kegiatan kantor. Setiap kamar dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi gratis, shower air panas dan dingin, air mineral gratis dan TV LCD 32 inci dengan saluran kabel internasional. 

Menginap di POP! Hotels merupakan pilihan tepat untuk bersantai dan melepas lelah bagi wisatawan yang menginginkan wisata murah dan hemat.