5 Objek Wisata Incaran Wisatawan di Semarang

Berkunjung ke Semarang tak akan lengkap bila belum mengunjungi sejumlah objek wisata andalan di kota ini. Sebagai pusat pemerintahan Jawa Tengah, sejak zaman kolonial Semarang menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat. Tidak salah bila kini banyak tempat bersejarah yang menjadi destinasi wisata incaran wisatawan. 

Seiring perkembangan zaman, kini, Semarang tumbuh menjadi kota tujuan wisata dengan banyak pilihan objek wisata. Selain wisata sejarah, juga ada sejumlah objek wisata alam, budaya, dan religi. Berbagai pilihan destinasi wisata ini membuat Semarang selalu ramai dikunjungi. 

Banyaknya pilihan destinasi wisata membuat tak cukup waktu sehari untuk bisa menjelajah semua destinasi yang ada. Namun, hal itu tidak menjadi kendala karena Anda bisa menginap di salah satu hotel di Semarang Tengah. Dari daerah Semarang Tengah, Anda bisa dengan mudah meluncur ke berbagai spot wisata menarik di Semarang. Berikut daftar objek wisata favorit yang sering dikunjungi wisatawan saat liburan di Semarang. 

1. Lawang Sewu 
Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah yang menjadi objek wisata favorit incaran wisatawan. Bangunan ini berdiri sejak 1904 di bawah pengawasan  arsitek asal Amsterdam, Belanda,  Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag. Lawang Sewu terletak di jantung kota tepatnya di kawasan Simpang Lima. 

Selain sebagai tujuan wisata, bangunan Lawang Sewu juga biasa digunakan untuk tempat pengambilan foto dan sering dijadikan tempat pembuatan film bermuatan horor. Banyak juga yang memanfaatkan bangunan Lawang Sewu untuk tempat pembuatan foto pra nikah atau prewedding. 

Bangunan Lawang Sewu dulunya pernah dijadikan sebagai kantor PT Kereta Api Indonesia. Pada masa pemerintahan Belanda gedung ini menjadi kantor NIS. Sekarang sebagian gedung Lawang Sewu difungsikan menjadi museum yang  menyimpan berbagai koleksi perkeretaapian di Indonesia dari masa ke masa.

Kata Lawang Sewu sendiri berasal dari seribu pintu karena jumlah pintu di bangunan Lawang Sewu yang sangat banyak. Namun kenyataannya, berdasarkan sejumlah penghitungan, jumlah pintu di Lawang Sewu tak lebih dari 350 pintu saja.

2. Masjid Agung Jawa Tengah 
Masjid Agung Jawa Tengah merupakan kebanggaan baru masyarakat Semarang dan sekitarnya, Dengan perpaduan arsitektur Jawa, Timur Tengah dan Eropa, masjid ini berdiri megah di tengah kota. Motif batik terlihat menghiasi bagian dasar dinding dan tiang utama sedangkan kaligrafi menghiasi dinding-dinding masjid. 

Masjid Agung Jawa Tengah terletak di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Bangunannya yang luas mampu menampung hingga 15 ribu jamaah, Sedangkan halaman utama masjid bisa menampung hingga 10 ribu jamaah. 

Banyak yang datang ke Masjid Agung Jawa Tengah tidak hanya untuk beribadah tetapi juga untuk berwisata religi. Dari puncak menara, pengunjung bisa melihat pemandangan Kota Semarang dari ketinggian. Masjid yang dibangun pada 2001 dan selesai pada 2006 ini menjadi pusat pendidikan dan syiar islam di Jawa Tengah. 

Pada halaman utama bangunan masjid terdapat enam payung hidrolik raksasa yang bisa mengembang di saat hujan. Di masjid ini juga ada beberapa fasilitas seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, museum perkembangan Islam, dan kafe yang terdapat pada Menara Asmaul Husna.

3. Blenduk Church
Blenduk Church atau gereja Blenduk merupakan peninggalan Belanda yang menjadi bangunan ikonik di Kota Lama Semarang. Bangunan yang terletak di Jalan Letjen Soeprapto No. 32 ini dibangun pada abad ke 17-18. 

Gereja Blenduk dulunya merupakan pengembangan pembangunan  peninggalan gereja yang dibangun oleh orang Portugis. Gereja ini dibangun pada 1753 dan telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk bangunan.  Pada mulanya bentuk bangunan gereja adalah rumah panggung Jawa. Namun sejak tahun 1787 bentuk gereja mengalami perombakan secara total.  sampai tahun 1794.

Pada mulanya gereja ini bernama Indische Kerk. Nama Gereja Blenduk muncul karena bentuk kubah gereja yang berbentuk cembung. Kata Blenduk berasal dari kata dalam Bahasa Jawa mblenduk yang berarti suatu bentuk yang menggelembung besar.

Dilihat dari bentuknya, gereja blenduk memiliki keunikan karena  denah yang berbentuk heksagonal. Pada bangunan gereja terdapat transept di setiap penjuru mata angin yang digunakan sebagai pintu masuk dengan transept selatan sebagai pintu masuk utama. 

Bangunan ini membujur dari utara ke selatan dengan menghindari sinar matahari langsung. Secara umum bentuk bangunan Gereja Blenduk ini berupa silang atau salib Yunani yang membuat bangunan lebih menonjol dari bangunan lain di sekitarnya. 

4. Klenteng Sam Poo Kong 
Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi saat berada di Semarang adalah Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng ini menjadi bukti sejarah untuk mengenang kedatangan Laksamana Cheng Ho yang pernah berlabuh di utara Jawa. 

Asal nama Sam Poo Kong berasal dari nama Laksamana Zheng He (Cheng Ho) sendiri yang terlahir dengan nama Ma San Bao. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) memiliki arti gua San Bao. Gua ini merupakan tempat peristirahatan laksamana Cheng Ho saat mendarat di pantai SImongan Semarang. Itulah kenapa hingga kini tempat petilasan yang sudah dibangun menjadi Klenteng ini disebut Sam Poo Kong.  

Untuk bisa sampai ke lokasi, Anda perlu berkendara ke arah Jalan Simongan Raya No. 129, Semarang. Waktu terbaik untuk menikmati momen dan mengambil foto di klenteng ini adalah pada sore hari. Saat berkunjung ke sini, wisatawan bisa mengelilingi empat kelenteng yang ada di Sam Poo Kong yaitu Klenteng Dewa Bumi, Klenteng Juru Mudi, Klenteng Sam Poo Tay Djien, dan Klenteng Kyai Jangkar.

Selain untuk beribadah, banyak yang datang ke Sam Poo Kong untuk berburu spot foto menarik. Untuk semakin menikmati suasana, Anda bisa menyewa pakaian Tionghoa di area ini dengan memilih model dan warna yang disukai. Tarifnya sekitar Rp100.000,- untuk waktu pemakaian tak terbatas dalam satu hari. 


5. Kota Lama Semarang 
Kawasan kota lama Semarang merupakan kawasan yang dipenuhi dengan bangunan tua yang berusia sekitar 300 tahun. Meski sudah ratusan tahun, bangunan ini rata-rata masih bagus dan bisa difungsikan. Bangunan dengan arsitektur kolonial membuat bangunan di sini terlihat epik dan ikonik. Beberapa bangunan di kota lama Semarang kini masih digunakan seperti  Gedung Balai Kota yang kini menjadi Gedung Keuangan PAPAK, dan gedung Gouvernements yang awalnya merupakan gedung Societeit De Harmonie yang kini difungsikan sebagai Bank Mandiri kantor cabang Mpu Tantular.

Kawasan Kota Lama Semarang terletak di tepi sungai Mberok yang  masuk dalam wilayah administrasi Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Kawasan ini sangat mudah dijangkau dari pusat kota Semarang. 

Area ini bisa dikunjungi wisatawan selama 24 jam penuh. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan untuk bisa menikmati kawasan kota lama Semarang. Di area ini terdapat beberapa spot wisata seperti museum 3D, penyewaan sepeda, cafe dan galeri seni. 


Menikmati liburan di Semarang tidak akan puas dalam satu hari saja. Karena itu menginap di hotel di Semarang Tengah bisa menjadi pilihan tepat. Anda bisa menginap di POP! Hotel Pemuda yang terletak di jalan Simpang Nomor 9, Sekayu, Semarang Tengah. 

POP! Hotel Pemuda merupakan hotel murah di tengah kota Semarang yang cocok untuk para wisatawan backpacker maupun keluarga Dengan fasilitas yang memanjakan pengunjung, hotel dengan desain pop dan modern ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti TV dengan channel internasional. AC, wifi 24 jam penuh kamar mandi dengan shower dan brankas untuk tempat penyimpanan. 

Hotel di Semarang Tengah ini  berlokasi strategis di pusat kawasan bisnis Semarang, dan dekat dengan Simpang Lima. Bila menginap di hotel ini, Anda akan dengan mudah mengakses berbagai tempat wisata favorit di Semarang. Lokasinya sangat dekat dengan Monumen Tugu Muda, Lawang Sewu, Shopping Mall, dan pusat oleh-oleh khas Semarang. 

Hotel murah yang berada dekat Simpang Lima Semarang ini hanya berjarak 15 menit berkendara dari Bandara Internasional Ahmad Yani, dan 5 menit berkendara dari Stasiun Kereta Tawang. Terdapat 132 kamar tamu sederhana dengan desain modern yang siap memanjakan tamu. Juga ada 2 ruang pertemuan dengan total kapasitas 100 orang. 

Berbagai fasilitas dan kemudahan akses yang ditawarkan POP! Hotels membuat hotel ini menjadi pilihan yang cocok untuk para wisatawan dan eksekutif bisnis yang mencari tempat penginapan murah di Semarang.