5 Museum Cocok untuk Wisata Edukasi di Yogyakarta

museum-wisata-yogyakarta.jpg
 
Sejak dulu, Yogyakarta sudah terkenal sebagai kota pelajar. Pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia datang untuk belajar di sejumlah sekolah, akademi, perguruan tinggi dan universitas yang ada di sini. Namun sekarang, ternyata Yogyakarta juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi.

Keberadaan sejumlah museum di Yogyakarta membuat banyak wisatawan yang datang untuk belajar dan mengenal hal baru ke sini. Selain menawarkan sejumlah pengetahuan dari beragam koleksi yang ada, wisata ke museum juga menarik lantaran di sana pengunjung bisa mengambil swa foto dengan latar belakang foto yang unik dan menarik. 

Berwisata ke museum tidak hanya menarik dilakukan untuk mereka yang liburan bersama keluarga. Para pelancong backpacker pun juga bisa merasakan sensasi wisata jelajah museum karena wisata ke museum merupakan objek wisata ramah kantong. Untuk memudahkan mobilitas, Anda bisa memesan kamar di hotel dekat Tugu Jogja. Biaya masuk ke museum pun relatif lebih terjangkau dibanding tiket masuk ke destinasi wisata alam. 

Berikut 7 museum di Yogyakarta yang cocok untuk wisata edukatif.

1. Museum Keraton Yogya
Museum Keraton Yogya didirikan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Museum Keraton Yogya berdiri di atas tanah seluar 14 ribu m2 dengan bangunan berarsitektur Jawa klasik. Terdapat koleksi seperti peralatan rumah tangga, keris, tombak, wayang, gamelan, naskah kuno, foto dan lukisan berusia 200 tahun. 

Di museum ini juga terdapat perlengkapan untuk penobatan raja yang banyak menarik minat pengunjung. Peralatan penobatan ini terdiri dari dalang, sawung, galing, hardawalika, kutuk, kandil, cepuri dan beberapa bahan kuningan lainnya. Di museum ini juga banyak terdapat peralatan rumah tangga yang terbuat dari kayu jati dan besi. 

Saat berkunjung ke museum Keraton Yogyakarta, jangan lupa pula untuk melihat koleksi yang ada di museum kereta, museum Hamengku Buwono IX yang berisi benda koleksi seperti perlengkapan fotography, kyai Garuda Yeksa  yaitu kereta yang digunakan untuk kirab penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono VI-X. Ada juga kereta Jaladara yang digunakan untuk tugas keliling desa. Ada juga kereta Kyai Kanjeng Jimat yang digunakan Sultan Hamengku Buwono 1-III untuk grebeg atau acara menjemput tamu khusus. 

2. Museum Benteng Vredeburg
Museum ini terletak di jantung kota Yogyakarta yaitu di kawasan Malioboro tepatnya di kawasan titik nol Km. Pada mulanya museum ini merupakan benteng yang dibangun dengan gaya arsitektur belanda. Belakangan, gedung ini disulap menjadi museum tempat menyimpan koleksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Terdapat cerita berupa diorama perjuangan kemerdekaan. Kemudian juga  ada koleksi berupa foto, seragam dan berbagai peninggalan pejuang kemerdekaan dan juga penjajah yang berjajar rapi di ruangan-ruangan yang ada di dalamnya.

Di kawasan museum Benteng Vredeburg juga terdapat monumen serangan umum 11 Maret yang menjadi pengingat peristiwa serangan umum 11 Maret 1949. Terdapat juga koleksi bangunan seperti jembatan, tembok, gerbang masuk dan bangunan tangsi militer yang berada di bagian tengah bangunan benteng 

3. Museum Sonobudoyo 
Bila ingin melihat koleksi sejarah dan kebudayaan yang lengkap di Yogyakarta ada museum Sonobudoyo. Tidak hanya kebudayaan Yogyakarta, di museum ini pengunjung juga bisa melihat koleksi benda budaya dan sejarah daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan pulau lain di nusantara. 

Museum Sonobudoyo diresmikan pada 6 November 1935 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Museum Sonobudoyo pada mulanya dikelola oleh Kantor Sosial Bagian Pengajaran Jepang. Namun pada masa setelah kemerdekaan pengelolanya beralih ke Pemerintah Provinsi DIY. 

Tak hanya menyimpan koleksi budaya dan sejarah, di museum Sonobudoyo juga ada koleksi keramik dari zaman Neolitik dan patung perunggu. Juga ada beberapa macam wayang kulit, senjata kuno, topeng jawa, karya seni bambu, dan kerajinan batik. Lebih dari 40 ribu karya seni dan budaya menjadi koleksi di museum ini. 

Museum Sonobudoyo terletak di dua lokasi terpisah. Lokasi pertama berada di Jalan Trikora dengan bangunan berbentuk joglo dan perpaduan dengan masjid bergaya keraton kasepuhan Cirebon. Sedangkan bangunan kedua terletak di sebelah timur alun-alun utara Keraton Yogyakarta. 

4. Museum Merapi
Museum Merapi adalah museum yang dijadikan sarana pendidikan dan penyebarluasan informasi tentang kegunungapian dan geologi. Karena sarat dengan koleksi batu dan dan benda alam, museum ini menjadi lebih bersifat edukatif dan rekreatif. Kehadiran museum diharapkan bisa memberi edukasi kepada masyarakat tentang aspek alamiah dan sosial budaya mengenai gunung api dan sumber kebencanaan geologi. 

Kehadiran museum Merapi juga diharapkan meningkatkan edukasi masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gunung api. Museum Gunung Api Merapi (MGM ini disebut-sebut bisa menjadi ekowisata sebagai wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan di Yogyakarta. 

Sesuai dengan namanya, museum merapi terletak di kawasan lereng Merapi di daerah Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Bangunan berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar. 

5. Museum Dirgantara 
Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala merupakan museum yang berfungsi mengabadikan peristiwa bersejarah dalam lingkungan TNI AU. Museum ini bermarkas di kompleks Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta.

Saat ini museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala ini mengoleksi lebih dari 50 pesawat perang dari berbagai negara. Beberapa jenis pesawat tempur yang populer di museum ini adalah Cureng dan Guntai, Mitsubishi A6M2, Pesawat Hercules C-130, Pesawat Cessna, P-51 Mustang dan Pesawat M1.

Pesawat koleksi museum dirgantara tak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga mengoleksi pesawat milik delapan negara terdepan saat Perang Dunia, yaitu Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Ceko, Polandia, Kanada, dan Uni soviet. Dengan berbagai koleksi yang ada, museum dirgantara menjadi museum penerbangan terlengkap di Asia Tenggara. 

Selain mengoleksi fisik pesawat perang, museum ini juga mengoleksi lebih dari 1.100 diorama, miniatur pesawat, rudal dan sejumlah Alutsista penting lainnya. 


Keberadaan sejumlah museum penting dengan beragam koleksi membuat Yogyakarta makin digemari sebagai kota tujuan wisata  edukasi. Makanya, banyak sekolah yang memilih Jogja sebagai kota tujuan darmawisata. Jadi, selain menikmati wisata alam dan budaya, pada pelajar bisa diajak untuk mengunjungi sejumlah museum yang ada. 

Ditunjang keberadaan objek wisata edukatif, Yogyakarta bisa juga dijadikan arena pertemuan atau kegiatan sekolah. Apalagi, di Yogyakarta terdapat hotel dekat Tugu Jogja yang menyediakan ruang pertemuan dengan fasilitas yang mendukung.  

Anda bisa memilih meeting room Jogja berbiaya murah, dengan menginap di POP! Hotel Sangaji. Terdapat 151 kamar yang bisa dipesan serta dilengkapi 2 ruang meeting room yang bisa digunakan untuk berbagai acara. POP! Hotel Sangaji merupakan hotel murah yang cocok untuk menginap saat berwisata atau perjalanan bisnis di Yogyakarta. 

POP! Hotel Sangaji Yogyakarta terletak di lokasi yang strategis dan dekat dengan pusat kota. Anda hanya perlu berjalan kaki sejauh 2 kilometer untuk sampai ke hotel dekat Tugu Jogja ini dari jalan Malioboro. Dengan lokasinya yang strategis, hotel ini cocok untuk tempat menginap selama liburan. 

Kenyamanan berada di Jogja makin lengkap dengan suasana modern di POP! Hotel Sangaji. Setiap kamar dilengkapi dengan brankas, wifi 24 jam non stop, TV layar datar dengan channel internasional, King Size Bed, dan AC. Fasilitas yang memanjakan ini dapat diperoleh dengan harga terjangkau. 

POP! Hotels merupakan solusi paling tepat saat mencari penginapan bagus di Yogyakarta.